Kegiatan Magang LPMAK-Timika (PAPUA)

Kegiatan Magang Guru LPMAK-TIMIKA PAPUA

Pada tanggal 10 Mei 2015, Yayasan Sulinama dikunjungi oleh 5 orang calon guru PAUD dari LPMAK-Timika Papua. Mereka terdiri dari 1 laki-laki dan 4 perempuan. Tujuan mereka, adalah mereka akan mengikuti pelatihan dan praktek mengajar di Yayasan Sulinama selama 3 bulan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama magang ini, yaitu mereka dapat menerima teori dan praktek mengajar dengan topik-topik pelatihan sebagai berikut:

  • Tahapan Baca Buku Besar (BBB)

 

Dalam tahapan ini, fasilitator akan mempraktekkan 5 tahap membaca buku besar. Peserta memperhatikan lalu mencatat 5 tahapan yang dimaksud. Selanjutnya fasilitator membagi 5 judul buku yang berbeda kepada peserta untuk dipraktekkan.

Peserta kemudian diminta untuk mempraktekkan langkah-langkah membaca buku besar sesuai dengan yang sudah dicontohkan. Cara prakteknya, yaitu 1 orang peserta ke depan untuk menjadi guru dan peserta yang lain menjadi murid atau anak PAUD.

Tahap ke 5 dar i membaca buku besar adalah evaluasi. Tujuan evaluasi yaitu anak dapat memahami cerita yang tadi dibacakan secara utuh. Dalam taha p ini peserta d ilatih untuk menggunakan beber apa metode evaluasi. Metode yang dilatih antara lain adalah penggunaan APE (Alat Peraga Edukatif) plastisin dan kartu gambar dari buku besar .

  • Pembuatan Alat Peraga Edukatif                                                                                                                                                                                                                                                  

Dalam kegiatan ini, peserta juga dilatih untuk membuat APE seperti pembuatan makaroni berwarna dan plastisin. Dalam pembuatan APE ini bahan-bahannya sangat aman digunakan yaitu untuk makaroni berwarna menggunakan makaroni mentah dan pewarna makanan sedangkan untuk plastisin menggunakan tepung terigu dan pewarna makanan.

Peserta sangat semangat dalam membuat APE tersebut. Plastisin dalam proses belajar mengajar berguna untuk merangsang kemampuan motorik halus anak, memperkenalkan warna dan merangsang daya kreatifitas anak sedangkan makroni warna dipakai juga untuk memperkenalkan warna kepada anak, belajar berhitung dengan makaroni serta membuat pola dengan makaroni tesebut.

 

Peserta membuat plastisin dan makaroni warna.                                    

 

 

 

 

  • Praktek mengajar di PAUD

Dalam praktek ini, peserta pertama-tama berlatih lagu-lagu dan tepuk di PAUD.

Ka muka ka blakang ka kanan lalu silang (2x)                

Muka blakang kanan lalu silang

Muka blakang kanan lalu brenti

Ka muka ka blakang ka kiri lalu silang (2x)

Muka blakang kiri lalu silang

Muka blakang kiri lalu brenti 

Tepuk anak PAUD

Sehat (buat ge rakan tangan dikepalkan di samping) 

Cerdas (tunjuk kepala/otak/tangan dilambaikan)

Ceria (lompat tangan buat melingkar )

Dalam kegiatan ini peserta tidak hanya praktek mengajar sendiri di Yayasan Sulinama, tetapi peserta diberi kesempatan juga untuk praktek mengajar kepada anak-anak di PAUD. Dalam hal ini peserta cukup cepat belajar dan mudah beradaptasi dengan anak-anak sekalipun terbata-bata menggunakan bahasa Ambon sebagai bahasa pengantar.

Pada saat praktek mengajar, peserta diberi kesempatan mengajarkan salah satu tema yaitu tema Air. Di dalam tema tersebut, mereka mengajarkan anak cara mencuci tangan dengan benar dan mempraktekkan cara menyikat gigi dengan benar. Peserta sebagai guru memberi contoh kemudian mempraktekkan bersama anak-anak. Ingat anak belajar dengan cara meniru orang dewasa.

   

♦ Memberikan pujian kepada anak

Dalam proses belajar mengajar harus adanya interaksi yang baik antara guru dan anak, selain itu peserta juga diajarkan bagaimana memberi pujian yang efektif kepada anak dalam proses belajar di d a l a m k e las yaitu menggunakan kata-kata positif seperti "anak hebat", "pintar" atau dengan memberi "sap" atau "cas" kepada anak yang menjawab pertanyaan guru atau mengerjakan tugas di depan kelas.

Kegiatan huruf

Kurikulum PAUD Bahasa Ibu dari Yayasan Sulinama memiliki ciri khas ketika mengajarkan pengenalan huruf kepada anak usia 4 dan 5 tahun. Peserta juga diperkaya dengan hal ini yaitu bagaimana memperkenalkan huruf ke anak usia tertentu dengan cara yang tepat.

Selain kegiatan di atas, peserta juga melakukan adaptasi terhadap lagu-lagu PAUD dan materi dalam RKH ke dalam bahasa mereka dengan tujuan supaya, peserta atau guru-guru ini dapat menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh guru sendiri dan juga  untuk anak dalam proses belajar mengajar.

  

Demikianlah kegiatan magang yang dilakukan calon guru PAUD LPMAK-PAPUA yang berlangsung selama 3 bulan. Mereka sudah kembali ke Timika-Papua dan akan mengajar di PAUD mereka masing-masing yaitu, PAUD Blujelauki, PAUD Pucenara dan PAUD Bintang Kejora. Semoga mereka dapat mepraktekkan hasil pelatihan ini untuk perkembangan dan kemajuan anak-anak di Papua.