Kurikulum

PAUD berbasis bahasa sehari-hari dalam Melayu Ambon

Kami mengembangkan kurikulum pendidikan anak usia dini yang berbasis bahasa sehari-hari. Maksudnya, kurikulum memakai bahasa ibu atau bahasa rumah anak didik sebagai bahasa pengantar. Bahasa rumah, atau bahasa sehari-hari, adalah bahasa yang paling dimengerti dan paling dekat di hati anak-anak, sehingga memudahkan mereka untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Hal ini akan memudahkan mereka dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan kognitif. Memakai bahasa sehari-hari berarti juga melibatkan keseharian si anak, yaitu budaya, adat kebiasaan dan lingkungan di sekitarnya. Sebagai rintisan, kami mulai mengembangkan materi kurikulum dengan memakai bahasa Melayu Ambon, yang merupakan bahasa sehari-hari di Maluku. Kurikulum ini dapat diadaptasi ke dalam bahasa-bahasa ibu lain.

Sulinama mulai mengembangkan kurikulum PAUD berbasis bahasa rumah atau bahasa sehari-hari pada tahun 2009, dan bahasa Melayu Ambon dipakai sebagai rintisan. Program ini merupakan kerja sama dengan Wycliffe Finlandia, dengan dukungan dana dari Kementerian Luar Negeri Finlandia yang dikelola oleh Wycliffe Finlandia. Kami juga mendapat bantuan finansial sebelum memulai program ini dari SIL International Indonesia pada tahun 2009 dan juga bantuan teknis yang berkaitan dengan keaksaraan, kebahasaan dan pendidikan. Pada awalnya kami mulai dengan mengkaji bahan-bahan pedoman kurikulum dari pemerintah, dan diperluas dengan berbagai hasil penelitian tentang pendidikan dari para ahli dalam dan luar negeri. Sesudah itu kami mengundang sejumlah guru-guru PAUD, dosen-dosen, dan pendidik di Ambon dan mengadakan lokakarya selama empat hari untuk mengumpulkan bahan-bahan dasar mengenai bahasa, budaya, kebiasaan, kehidupan sehari-hari, dan lingkungan alam di Ambon dan sekitarnya. Semua bahan ini menjadi kandungan kontekstual yang dipakai dalam kurikulum.

Lokakarya kurikulum dengan pendidik lokal

 

 

Bahan-bahan kegiatan bermain sambil belajar

Bahan-bahan untuk kegiatan bermain sambil belajar untuk anak-anak PAUD terdiri dari berbagai bentuk, dan semuanya memakai bahasa Melayu Ambon untuk semua kelompok usia, yaitu 3-4, 4-5 dan 5-6 tahun. Khusus untuk kelompok 5-6 tahun ada sedikit bahan dalam bahasa Indonesia untuk memperkenalkan bahasa nasional kepada mereka. Selain itu, ada RKH tambahan untuk kelompok umur 5-6 tahun (atau kelas persiapan yang setara Taman Kanak-Kanak), untuk lebih mempersiapkan mereka beralih ke Sekolah Dasar.

Rencana Kegiatan Harian (RKH) Alat Peraga Edukatif (APE)
Kegiatan harian yang kami susun memakai model tematik integratif untuk satu tahun (dua semester) yang terdiri atas 10 tema, yaitu Diriku, Lingkungan, Tanaman, Binatang, Transportasi, Air, Cuaca, Pekerjaan, Komunikasi, dan Rekreasi.Kegiatan dibagi ke dalam kelompok umur 3-4 tahun, 4-5 tahun, dan 5-6 tahun, menurut tahapan-tahapan perkembangan kognitif dan fisik anak. Untuk kelompok umur 3-4 dan 4-5 tahun, seluruh kegiatan memakai bahasa sehari-hari, sedangkan untuk 5-6 tahun, ada sedikit kegiatan yang dipakai dengan memakai bahasa Indonesia, untuk membantu anak mulai beralih pelan-pelan ke bahasa resmi pendidikan. Untuk menunjang kegiatan, berbagai alat peraga edukatif (APE) dibuat, seperti poster, kartu gambar, buku cerita, dll.Sebagian APE disediakan bagi PAUD-PAUD, yaitu yang memerlukan alat-alat khusus seperti printer, tetapi sebagian lain lagi yang bisa dibuat sendiri diajarkan kepada guru-guru PAUD supaya mereka bisa membuat APE-APE hasil kreasi sendiri dan bisa mandiri.

 

10 tema RKH

 

RKH tambahan untuk 5-6 tahun

 

Buku Besar, buku-buku cerita, buku huruf, poster huruf, kartu gambar, lembar kerja anak dll

Alat peraga edukatif lainnya

Kelengkapan administrasi

 

Memperkenalkan konsep baca-tulis lewat buku besar

Buku besar adalah buku berukuran besar atau raksasa. Ukurannya lebih besar daripada buku berukuran normal, seperti ukuran kertas folio atau A3. Isinya biasa berupa cerita. Setiap halaman berisi gambar dan halaman sebelahnya ada 3-4 kalimat. Huruf dicetak dalam ukuran besar. Dengan buku besar ini, guru membaca cerita dan berdiskusi dengan anak-anak mengenai gambar dan isi cerita. Melalui kegiatan seperti ini, tanpa terasa secara bertahap anak belajar:

  • apa itu membaca
  • apa itu yang namanya buku dan isinya (huruf, kata, kalimat)
  • membaca itu menyenangkan
  • mengembangkan kemampuan berbahasa (mengenal bunyi bahasa, menambah kosa kata, berbicara)
  • berpikir kritis

Setelah membaca dan membahas isi cerita bersama, ada kegiatan-kegiatan tambahan mengenai topik cerita tadi untuk memperkuat kegiatan membaca, seperti bermain peran mengenai isi cerita, mencocokkan jalan cerita dengan kartu-kartu gambar, mewarnai gambar, dan lain-lain.

Buku besar

Memakai buku besar dengan anak